Lewati ke isi

Panduan wudu

Panduan wudu untuk pemula

Bersuci dulu sebelum salat. Lihat gerakannya, lalu pahami dalilnya pelan-pelan.

Lihat gerakannya dulu

Tekan Putar, atau maju satu per satu. Bagian yang sedang dibasuh atau diusap disorot kuning.

1 dari 12Niat di hati, lalu Bismillah

Wudu adalah cara bersuci sebelum salat. Gerakannya sedikit dan airnya cukup sedikit, jadi bisa dilakukan di mana pun ada air bersih.

Empat yang wajib disebut langsung di Al-Qur'an. Sunah-sunahnya diambil dari cara Rasulullah ﷺ berwudu, seperti yang dicontohkan para sahabat dalam hadis-hadis di bawah.

Dasarnya di Al-Qur'an

…Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

al-Mā'idah/5: 6

Ayat lengkapnya, yang menyebut wajah, tangan sampai siku, kepala, dan kaki sampai mata kaki, dibuka di Qur'an Kemenag.

Baca al-Ma'idah: 6 di Qur'an Kemenag

Empat yang wajib

  1. Membasuh wajah
  2. Membasuh kedua tangan sampai siku
  3. Mengusap kepala
  4. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki

Berlaku di setiap langkah

Sunah-sunah ini bukan langkah tersendiri, tapi cara mengerjakan semua langkah.

Mana yang wajib, mana yang sunah?

Mazhab Syafi'i juga mewajibkan tertib, yaitu urutannya tidak dibolak-balik.

Urutan singkat

  1. Niat dan basmalah: Niatkan di hati, lalu ucapkan Bismillah.
  2. Mencuci telapak tangan: Cuci kedua telapak tangan lebih dulu.
  3. Berkumur: Masukkan air ke mulut, kumur, lalu buang.
  4. Istinsyaq: Hirup sedikit air ke hidung, lalu keluarkan.
  5. Membasuh wajah: Basuh seluruh wajah dengan air.
  6. Membasuh tangan sampai siku: Basuh tangan dari ujung jari sampai siku, sikunya ikut terbasuh.
  7. Mengusap kepala: Usap kepala dengan tangan yang basah.
  8. Mengusap telinga: Usap kedua telinga dengan jari yang basah.
  9. Membasuh kaki sampai mata kaki: Basuh kedua kaki sampai mata kaki, tumitnya jangan terlewat.
  10. Doa sesudah wudu: Selesai wudu, baca doa syahadat, lalu boleh ditambah doa memohon jadi orang yang bertaubat dan menyucikan diri.

Langkah 1

Niat dan basmalah

Pembuka

Niatkan di hati, lalu ucapkan Bismillah.

Bacaan

Lafaz niat wudu

نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitul wudhuu-a li raf'il hadatsil ashghari fardhan lillaahi ta'aalaa

Aku berniat wudu untuk menghilangkan hadas kecil, fardu karena Allah Ta'ala

Teks Arab: lafaz yang lazim diajarkan dalam fikih mazhab Syafi'i, bukan lafaz dari hadis

Ada beda pendapatNiat tempatnya di hati, dan itu yang wajib. Mazhab Syafi'i menganjurkan melafalkannya pelan untuk membantu hati. Sebagian ulama, seperti Ibnu Taimiyah, berpendapat tidak perlu dilafalkan karena tidak ada contoh lafaznya dari Nabi ﷺ.

Lalu ucapkan basmalah

بِسْمِ اللّٰهِ

Bismillaah

Dengan nama Allah

Dalilnya

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya, dan setiap orang mendapatkan sesuai yang ia niatkan.

HR. al-Bukhari no. 1, dari Umar bin al-Khaththab

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لاَ وُضُوءَ لَهُ وَلاَ وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْهِ

Tidak ada salat bagi yang tidak berwudu, dan tidak ada wudu bagi yang tidak menyebut nama Allah Ta'ala atasnya.

HR. Abu Dawud no. 101, dari Abu Hurairah

Ada beda pendapatUlama berbeda pendapat tentang kekuatan hadis basmalah ini. Karena itu ada yang mewajibkan basmalah saat wudu, dan kebanyakan ulama menganggapnya sunah. Biasakan membacanya.

Langkah 2

Mencuci telapak tangan

Sunah

Cuci kedua telapak tangan lebih dulu.

Dalilnya

فَأَفْرَغَ عَلَى كَفَّيْهِ ثَلاَثَ مِرَارٍ فَغَسَلَهُمَا

(Utsman bin Affan) menuangkan air ke kedua telapak tangannya tiga kali, lalu membasuh keduanya.

HR. al-Bukhari no. 159, wudu yang dicontohkan Utsman bin Affan

Langkah 3

Berkumur

Sunah

Masukkan air ke mulut, kumur, lalu buang.

Dalilnya

ثُمَّ أَدْخَلَ يَمِينَهُ فِي الإِنَاءِ فَمَضْمَضَ، وَاسْتَنْشَقَ

Kemudian ia memasukkan tangan kanannya ke bejana, lalu berkumur dan menghirup air ke hidung.

HR. al-Bukhari no. 159, wudu yang dicontohkan Utsman bin Affan

Langkah 4

Istinsyaq

Sunah

Hirup sedikit air ke hidung, lalu keluarkan.

Dalilnya

إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْعَلْ فِي أَنْفِهِ ثُمَّ لِيَنْثُرْ

Apabila salah seorang dari kalian berwudu, hendaklah ia memasukkan air ke hidungnya, lalu mengeluarkannya.

HR. al-Bukhari no. 162, dari Abu Hurairah

Langkah 5

Membasuh wajah

Wajib

Basuh seluruh wajah dengan air.

Dalilnya

Disebut langsung dalam al-Ma'idah ayat 6.

Baca di Qur'an Kemenag: al-Ma'idah ayat 6

ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا

Kemudian ia membasuh wajahnya tiga kali.

HR. al-Bukhari no. 159, wudu yang dicontohkan Utsman bin Affan

Langkah 6

Membasuh tangan sampai siku

Wajib

Basuh tangan dari ujung jari sampai siku, sikunya ikut terbasuh.

Dalilnya

Disebut langsung dalam al-Ma'idah ayat 6.

Baca di Qur'an Kemenag: al-Ma'idah ayat 6

ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ

Kemudian ia membasuh tangan kanannya sampai siku tiga kali, lalu membasuh tangan kirinya seperti itu juga.

HR. Muslim no. 226, wudu yang dicontohkan Utsman bin Affan

فَغَسَلَ وَجْهَهُ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي الْعَضُدِ ثُمَّ يَدَهُ الْيُسْرَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي الْعَضُدِ ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي السَّاقِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي السَّاقِ ثُمَّ قَالَ هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَتَوَضَّأُ

Ia membasuh wajahnya dan menyempurnakan wudunya, lalu membasuh tangan kanannya sampai masuk ke lengan atas, lalu tangan kirinya sampai masuk ke lengan atas, lalu mengusap kepalanya, lalu membasuh kaki kanannya sampai masuk ke betis, lalu kaki kirinya sampai masuk ke betis. Lalu ia berkata: begitulah aku melihat Rasulullah ﷺ berwudu.

HR. Muslim no. 246, Nu'aim al-Mujmir melihat wudu Abu Hurairah

Langkah 7

Mengusap kepala

Wajib

Usap kepala dengan tangan yang basah.

Dalilnya

Disebut langsung dalam al-Ma'idah ayat 6.

Baca di Qur'an Kemenag: al-Ma'idah ayat 6

ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ بِيَدَيْهِ، فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ، بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ، حَتَّى ذَهَبَ بِهِمَا إِلَى قَفَاهُ، ثُمَّ رَدَّهُمَا إِلَى الْمَكَانِ الَّذِي بَدَأَ مِنْهُ

Kemudian ia mengusap kepalanya dengan kedua tangan, maju dan mundur: mulai dari bagian depan kepala sampai ke tengkuk, lalu mengembalikan keduanya ke tempat ia memulai.

HR. al-Bukhari no. 185, wudu yang dicontohkan Abdullah bin Zaid

Ada beda pendapatUlama berbeda soal batas minimal yang diusap: mazhab Syafi'i cukup sebagian kepala, mazhab Maliki dan Hanbali seluruh kepala. Cara di hadis ini, seluruh kepala dari depan ke belakang lalu kembali, sudah memenuhi semua pendapat.

Langkah 8

Mengusap telinga

Sunah

Usap kedua telinga dengan jari yang basah.

Dalilnya

ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ وَأُذُنَيْهِ بَاطِنِهِمَا بِالسَّبَّاحَتَيْنِ وَظَاهِرِهِمَا بِإِبْهَامَيْهِ

Kemudian beliau mengusap kepala dan kedua telinganya: bagian dalam dengan kedua telunjuk, bagian luar dengan kedua ibu jari.

HR. an-Nasa'i no. 102, dari Ibnu Abbas

Langkah 9

Membasuh kaki sampai mata kaki

Wajib

Basuh kedua kaki sampai mata kaki, tumitnya jangan terlewat.

Dalilnya

Disebut langsung dalam al-Ma'idah ayat 6.

Baca di Qur'an Kemenag: al-Ma'idah ayat 6

ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ

Kemudian ia membasuh kaki kanannya sampai kedua mata kaki tiga kali, lalu kaki kirinya seperti itu juga.

HR. Muslim no. 226, wudu yang dicontohkan Utsman bin Affan

أَسْبِغُوا الْوُضُوءَ فَإِنَّ أَبَا الْقَاسِمِ صلى الله عليه وسلم قَالَ وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ

Sempurnakanlah wudu, karena Abul Qasim (Rasulullah) ﷺ bersabda: Celakalah tumit-tumit (yang tidak terbasuh) dari api neraka.

HR. al-Bukhari no. 165, dari Abu Hurairah

إِذَا تَوَضَّأْتَ فَخَلِّلِ الأَصَابِعَ

Apabila engkau berwudu, maka sela-selailah jari-jemari.

HR. at-Tirmidzi no. 38, dari Laqith bin Shabirah; dinilai hasan sahih oleh at-Tirmidzi

Langkah 10

Doa sesudah wudu

Sunah

Selesai wudu, baca doa syahadat, lalu boleh ditambah doa memohon jadi orang yang bertaubat dan menyucikan diri.

Bacaan

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Asyhadu allaa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluh

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya

Teks Arab: HR. Muslim no. 234, dari Umar bin al-Khaththab melalui Uqbah bin Amir

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Allaahummaj'alnii minat tawwaabiina waj'alnii minal mutathahhiriin

Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri

Teks Arab: HR. at-Tirmidzi no. 55, tambahan sesudah doa syahadat; dinilai sahih oleh al-Albani

Ada beda pendapatAt-Tirmidzi sendiri menyebut sanad riwayat tambahan itu goyah (idhthirab), sedangkan Syaikh al-Albani menilainya sahih karena jalur-jalur lain. Banyak ulama tetap mengamalkannya.

Sudah wudu? Lanjut salat

Dari takbir sampai salam, dengan peragaan 3D dan bacaan lengkap.

Buka panduan salat

Nggak ada air, atau lagi sakit?

Ada keringanan dari Allah: tayamum dengan debu yang suci.

Buka panduan tayamum

Kajian lengkapnya

[Serial Fiqh Eps 3] Tata Cara WudhuTonton di YouTube

Video ini tayang di kanal YouTube aslinya. Nonton dan subscribe di sana ikut mendukung dakwahnya. Kunjungi kanalnya

Rujukan

Terjemah ayat dari Qur'an Kemenag. Teks Arab hadis disalin dari matan Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, dan Sunan an-Nasa'i, lengkap dengan nomor hadisnya. Tata cara lengkapnya bisa ditonton di video kajian yang ditautkan.

Bermanfaat? Bagikan, yuk

Kirim ke teman atau keluarga yang sedang belajar. Gratis, dan bisa dibuka tanpa akun.

Bagikan ke WhatsApp

Cari kajian di dekatmu