Panduan wudu
Panduan wudu untuk pemula
Bersuci dulu sebelum salat. Lihat gerakannya, lalu pahami dalilnya pelan-pelan.
Lihat gerakannya dulu
Tekan Putar, atau maju satu per satu. Bagian yang sedang dibasuh atau diusap disorot kuning.
Geser gambarnya untuk memutar 360°. Cubit atau gulir untuk melihat lebih dekat.
Tangan dan kaki kanan berwarna jingga, supaya gampang mengikuti "dahulukan yang kanan". Hidung juga jingga sebagai penanda arah wajah.
1 dari 12Niat di hati, lalu Bismillah
Peragaan sedang diam karena setelan Kurangi Gerak (atau Animasi) di perangkatmu.
Bacaan
Lafaz niat wudu
نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitul wudhuu-a li raf'il hadatsil ashghari fardhan lillaahi ta'aalaa
Aku berniat wudu untuk menghilangkan hadas kecil, fardu karena Allah Ta'ala
Teks Arab: lafaz yang lazim diajarkan dalam fikih mazhab Syafi'i, bukan lafaz dari hadis
Ada beda pendapatNiat tempatnya di hati, dan itu yang wajib. Mazhab Syafi'i menganjurkan melafalkannya pelan untuk membantu hati. Sebagian ulama, seperti Ibnu Taimiyah, berpendapat tidak perlu dilafalkan karena tidak ada contoh lafaznya dari Nabi ﷺ.
Lalu ucapkan basmalah
بِسْمِ اللّٰهِ
Bismillaah
Dengan nama Allah
Bacaan
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Asyhadu allaa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluh
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya
Teks Arab: HR. Muslim no. 234, dari Umar bin al-Khaththab melalui Uqbah bin Amir
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Allaahummaj'alnii minat tawwaabiina waj'alnii minal mutathahhiriin
Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri
Teks Arab: HR. at-Tirmidzi no. 55, tambahan sesudah doa syahadat; dinilai sahih oleh al-Albani
Dasar gerakan ini
PembukaNiat dan basmalah
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya, dan setiap orang mendapatkan sesuai yang ia niatkan.
HR. al-Bukhari no. 1, dari Umar bin al-Khaththab
لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لاَ وُضُوءَ لَهُ وَلاَ وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْهِ
Tidak ada salat bagi yang tidak berwudu, dan tidak ada wudu bagi yang tidak menyebut nama Allah Ta'ala atasnya.
HR. Abu Dawud no. 101, dari Abu Hurairah
Ada beda pendapatUlama berbeda pendapat tentang kekuatan hadis basmalah ini. Karena itu ada yang mewajibkan basmalah saat wudu, dan kebanyakan ulama menganggapnya sunah. Biasakan membacanya.
SunahMencuci telapak tangan
فَأَفْرَغَ عَلَى كَفَّيْهِ ثَلاَثَ مِرَارٍ فَغَسَلَهُمَا
(Utsman bin Affan) menuangkan air ke kedua telapak tangannya tiga kali, lalu membasuh keduanya.
HR. al-Bukhari no. 159, wudu yang dicontohkan Utsman bin Affan
SunahBerkumur
ثُمَّ أَدْخَلَ يَمِينَهُ فِي الإِنَاءِ فَمَضْمَضَ، وَاسْتَنْشَقَ
Kemudian ia memasukkan tangan kanannya ke bejana, lalu berkumur dan menghirup air ke hidung.
HR. al-Bukhari no. 159, wudu yang dicontohkan Utsman bin Affan
SunahIstinsyaq
إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْعَلْ فِي أَنْفِهِ ثُمَّ لِيَنْثُرْ
Apabila salah seorang dari kalian berwudu, hendaklah ia memasukkan air ke hidungnya, lalu mengeluarkannya.
HR. al-Bukhari no. 162, dari Abu Hurairah
WajibMembasuh wajah
Disebut langsung dalam al-Ma'idah ayat 6.
ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا
Kemudian ia membasuh wajahnya tiga kali.
HR. al-Bukhari no. 159, wudu yang dicontohkan Utsman bin Affan
WajibMembasuh tangan sampai siku
Dimulai dari yang kanan.
Disebut langsung dalam al-Ma'idah ayat 6.
ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ
Kemudian ia membasuh tangan kanannya sampai siku tiga kali, lalu membasuh tangan kirinya seperti itu juga.
HR. Muslim no. 226, wudu yang dicontohkan Utsman bin Affan
فَغَسَلَ وَجْهَهُ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي الْعَضُدِ ثُمَّ يَدَهُ الْيُسْرَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي الْعَضُدِ ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي السَّاقِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي السَّاقِ ثُمَّ قَالَ هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَتَوَضَّأُ
Ia membasuh wajahnya dan menyempurnakan wudunya, lalu membasuh tangan kanannya sampai masuk ke lengan atas, lalu tangan kirinya sampai masuk ke lengan atas, lalu mengusap kepalanya, lalu membasuh kaki kanannya sampai masuk ke betis, lalu kaki kirinya sampai masuk ke betis. Lalu ia berkata: begitulah aku melihat Rasulullah ﷺ berwudu.
HR. Muslim no. 246, Nu'aim al-Mujmir melihat wudu Abu Hurairah
كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ
Nabi ﷺ suka mendahulukan yang kanan saat memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam semua urusannya.
HR. al-Bukhari no. 168, dari Aisyah
WajibMembasuh tangan sampai siku
Sesudah yang kanan, baru yang kiri.
Disebut langsung dalam al-Ma'idah ayat 6.
ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ
Kemudian ia membasuh tangan kanannya sampai siku tiga kali, lalu membasuh tangan kirinya seperti itu juga.
HR. Muslim no. 226, wudu yang dicontohkan Utsman bin Affan
فَغَسَلَ وَجْهَهُ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي الْعَضُدِ ثُمَّ يَدَهُ الْيُسْرَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي الْعَضُدِ ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي السَّاقِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي السَّاقِ ثُمَّ قَالَ هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَتَوَضَّأُ
Ia membasuh wajahnya dan menyempurnakan wudunya, lalu membasuh tangan kanannya sampai masuk ke lengan atas, lalu tangan kirinya sampai masuk ke lengan atas, lalu mengusap kepalanya, lalu membasuh kaki kanannya sampai masuk ke betis, lalu kaki kirinya sampai masuk ke betis. Lalu ia berkata: begitulah aku melihat Rasulullah ﷺ berwudu.
HR. Muslim no. 246, Nu'aim al-Mujmir melihat wudu Abu Hurairah
كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ
Nabi ﷺ suka mendahulukan yang kanan saat memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam semua urusannya.
HR. al-Bukhari no. 168, dari Aisyah
WajibMengusap kepala
Disebut langsung dalam al-Ma'idah ayat 6.
ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ بِيَدَيْهِ، فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ، بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ، حَتَّى ذَهَبَ بِهِمَا إِلَى قَفَاهُ، ثُمَّ رَدَّهُمَا إِلَى الْمَكَانِ الَّذِي بَدَأَ مِنْهُ
Kemudian ia mengusap kepalanya dengan kedua tangan, maju dan mundur: mulai dari bagian depan kepala sampai ke tengkuk, lalu mengembalikan keduanya ke tempat ia memulai.
HR. al-Bukhari no. 185, wudu yang dicontohkan Abdullah bin Zaid
Ada beda pendapatUlama berbeda soal batas minimal yang diusap: mazhab Syafi'i cukup sebagian kepala, mazhab Maliki dan Hanbali seluruh kepala. Cara di hadis ini, seluruh kepala dari depan ke belakang lalu kembali, sudah memenuhi semua pendapat.
SunahMengusap telinga
ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ وَأُذُنَيْهِ بَاطِنِهِمَا بِالسَّبَّاحَتَيْنِ وَظَاهِرِهِمَا بِإِبْهَامَيْهِ
Kemudian beliau mengusap kepala dan kedua telinganya: bagian dalam dengan kedua telunjuk, bagian luar dengan kedua ibu jari.
HR. an-Nasa'i no. 102, dari Ibnu Abbas
WajibMembasuh kaki sampai mata kaki
Dimulai dari yang kanan.
Disebut langsung dalam al-Ma'idah ayat 6.
ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ
Kemudian ia membasuh kaki kanannya sampai kedua mata kaki tiga kali, lalu kaki kirinya seperti itu juga.
HR. Muslim no. 226, wudu yang dicontohkan Utsman bin Affan
أَسْبِغُوا الْوُضُوءَ فَإِنَّ أَبَا الْقَاسِمِ صلى الله عليه وسلم قَالَ وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ
Sempurnakanlah wudu, karena Abul Qasim (Rasulullah) ﷺ bersabda: Celakalah tumit-tumit (yang tidak terbasuh) dari api neraka.
HR. al-Bukhari no. 165, dari Abu Hurairah
إِذَا تَوَضَّأْتَ فَخَلِّلِ الأَصَابِعَ
Apabila engkau berwudu, maka sela-selailah jari-jemari.
HR. at-Tirmidzi no. 38, dari Laqith bin Shabirah; dinilai hasan sahih oleh at-Tirmidzi
كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ
Nabi ﷺ suka mendahulukan yang kanan saat memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam semua urusannya.
HR. al-Bukhari no. 168, dari Aisyah
WajibMembasuh kaki sampai mata kaki
Sesudah yang kanan, baru yang kiri.
Disebut langsung dalam al-Ma'idah ayat 6.
ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ
Kemudian ia membasuh kaki kanannya sampai kedua mata kaki tiga kali, lalu kaki kirinya seperti itu juga.
HR. Muslim no. 226, wudu yang dicontohkan Utsman bin Affan
أَسْبِغُوا الْوُضُوءَ فَإِنَّ أَبَا الْقَاسِمِ صلى الله عليه وسلم قَالَ وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ
Sempurnakanlah wudu, karena Abul Qasim (Rasulullah) ﷺ bersabda: Celakalah tumit-tumit (yang tidak terbasuh) dari api neraka.
HR. al-Bukhari no. 165, dari Abu Hurairah
إِذَا تَوَضَّأْتَ فَخَلِّلِ الأَصَابِعَ
Apabila engkau berwudu, maka sela-selailah jari-jemari.
HR. at-Tirmidzi no. 38, dari Laqith bin Shabirah; dinilai hasan sahih oleh at-Tirmidzi
كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ
Nabi ﷺ suka mendahulukan yang kanan saat memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam semua urusannya.
HR. al-Bukhari no. 168, dari Aisyah
SunahDoa sesudah wudu
Ada beda pendapatAt-Tirmidzi sendiri menyebut sanad riwayat tambahan itu goyah (idhthirab), sedangkan Syaikh al-Albani menilainya sahih karena jalur-jalur lain. Banyak ulama tetap mengamalkannya.
- Niat di hati, lalu Bismillah
- Mencuci kedua telapak tangan
- Berkumur
- Istinsyaq: hirup air ke hidung, lalu keluarkan
- Membasuh wajah
- Membasuh tangan kanan sampai siku
- Membasuh tangan kiri sampai siku
- Mengusap kepala dari depan ke tengkuk, lalu kembali
- Mengusap kedua telinga
- Membasuh kaki kanan sampai mata kaki
- Membasuh kaki kiri sampai mata kaki
- Doa sesudah wudu
Wudu adalah cara bersuci sebelum salat. Gerakannya sedikit dan airnya cukup sedikit, jadi bisa dilakukan di mana pun ada air bersih.
Empat yang wajib disebut langsung di Al-Qur'an. Sunah-sunahnya diambil dari cara Rasulullah ﷺ berwudu, seperti yang dicontohkan para sahabat dalam hadis-hadis di bawah.
Dasarnya di Al-Qur'an
…Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.
al-Mā'idah/5: 6
Ayat lengkapnya, yang menyebut wajah, tangan sampai siku, kepala, dan kaki sampai mata kaki, dibuka di Qur'an Kemenag.
Baca al-Ma'idah: 6 di Qur'an Kemenag
Empat yang wajib
Berlaku di setiap langkah
Sunah-sunah ini bukan langkah tersendiri, tapi cara mengerjakan semua langkah.
- Dahulukan yang kanan
Tangan kanan dulu, baru kiri. Kaki kanan dulu, baru kiri.
كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ
Nabi ﷺ suka mendahulukan yang kanan saat memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam semua urusannya.
HR. al-Bukhari no. 168, dari Aisyah
- Satu sampai tiga kali
Tiap basuhan boleh sekali, dua kali, atau tiga kali. Rasulullah ﷺ pernah mencontohkan ketiganya; yang tiga kali ada di hadis wudu Utsman bin Affan pada kartu langkah di bawah.
تَوَضَّأَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم مَرَّةً مَرَّةً
Nabi ﷺ berwudu dengan basuhan masing-masing satu kali.
HR. al-Bukhari no. 157, dari Ibnu Abbas
أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ
Nabi ﷺ berwudu dengan basuhan masing-masing dua kali.
HR. al-Bukhari no. 158, dari Abdullah bin Zaid
- Tertib
Kerjakan berurutan seperti urutan di bawah, sesuai urutan dalam al-Ma'idah ayat 6 dan wudu yang dicontohkan Utsman bin Affan (HR. al-Bukhari no. 159).
Ada beda pendapatMazhab Syafi'i, yang banyak diikuti di Indonesia, dan mazhab Hanbali memasukkan niat dan tertib ke dalam yang wajib. Mazhab lain menganggap tertib sunah. Biasakan keduanya, dan hormati yang berbeda.
- Hemat air
Pakai air secukupnya, matikan keran saat tidak sedang membasuh. Satu mud kira-kira sepenuh dua telapak tangan orang dewasa.
كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَغْسِلُ ـ أَوْ كَانَ يَغْتَسِلُ ـ بِالصَّاعِ إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ، وَيَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ
Nabi ﷺ mandi dengan satu sha' sampai lima mud air, dan berwudu dengan satu mud.
HR. al-Bukhari no. 201, dari Anas bin Malik
Mana yang wajib, mana yang sunah?
- Wajib
Harus dikerjakan. Kalau ada yang tertinggal, wudunya tidak sah dan perlu diulang.
Membasuh wajah, Membasuh tangan sampai siku, Mengusap kepala, Membasuh kaki sampai mata kaki
- Sunah
Dianjurkan dan berpahala, tapi kalau terlewat wudunya tetap sah.
Mencuci telapak tangan, Berkumur, Istinsyaq, Mengusap telinga, Doa sesudah wudu
- Pembuka
Niat di hati menurut mayoritas ulama (mazhab Syafi'i, Maliki, Hanbali) termasuk yang wajib; basmalah sunah menurut mayoritas ulama, dan wajib menurut sebagian ulama Hanbali.
Niat dan basmalah
Mazhab Syafi'i juga mewajibkan tertib, yaitu urutannya tidak dibolak-balik.
Urutan singkat
- Niat dan basmalah: Niatkan di hati, lalu ucapkan Bismillah.
- Mencuci telapak tangan: Cuci kedua telapak tangan lebih dulu.
- Berkumur: Masukkan air ke mulut, kumur, lalu buang.
- Istinsyaq: Hirup sedikit air ke hidung, lalu keluarkan.
- Membasuh wajah: Basuh seluruh wajah dengan air.
- Membasuh tangan sampai siku: Basuh tangan dari ujung jari sampai siku, sikunya ikut terbasuh.
- Mengusap kepala: Usap kepala dengan tangan yang basah.
- Mengusap telinga: Usap kedua telinga dengan jari yang basah.
- Membasuh kaki sampai mata kaki: Basuh kedua kaki sampai mata kaki, tumitnya jangan terlewat.
- Doa sesudah wudu: Selesai wudu, baca doa syahadat, lalu boleh ditambah doa memohon jadi orang yang bertaubat dan menyucikan diri.
