Tanganku menyentuh bagian dalam kedua telapak kaki beliau saat beliau (sujud) di masjid, dan keduanya ditegakkan. Satu tangan menyentuh kedua telapak kaki, tanda keduanya berdekatan; dalam riwayat Ibnu Khuzaimah (no. 654) dari Aisyah disebutkan beliau sujud dengan merapatkan kedua tumitnya.
Apabila sujud, beliau merenggangkan kedua pahanya tanpa menumpukan perut pada kedua paha. Mazhab Syafi'i menganjurkan kedua lutut dan kedua telapak kaki direnggangkan sekitar sejengkal.
HR. Abu Dawud no. 735, dari Abu Humaid as-Sa'idi; sanadnya dinilai lemah
Apabila duduk setelah dua rakaat, beliau duduk di atas kaki kiri dan menegakkan kaki kanan. Yang memilih iftirasy di salat dua rakaat berpegang pada ini, karena salat itu hanya punya satu tasyahud.
Kemudian beliau mengangkat jarinya, dan aku melihat beliau menggerakkannya sambil berdoa dengannya.
HR. an-Nasa'i no. 889, dari Wail bin Hujr
Telunjuk diangkat saat mengucapkan syahadat (asyhadu allaa ilaaha), lalu diturunkan setelah illallaah. Ini pendapat Imam Abu Hanifah, sebagai penegasan keesaan Allah.
Pendapat ulama (ijtihad), bukan teks hadis tersendiri
Dan apabila bertakbir untuk rukuk, serta apabila mengangkat kepala dari rukuk, beliau mengangkat kedua tangannya seperti itu juga.
HR. al-Bukhari no. 735, dari Ibnu Umar
أَلاَ أُصَلِّي بِكُمْ صَلاَةَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَصَلَّى فَلَمْ يَرْفَعْ يَدَيْهِ إِلاَّ فِي أَوَّلِ مَرَّةٍ
Maukah aku salat bersama kalian seperti salat Rasulullah ﷺ? Lalu ia salat dan tidak mengangkat kedua tangannya kecuali pada takbir pertama. Ini pegangan mazhab Hanafi, juga pendapat yang masyhur dalam mazhab Maliki.
HR. at-Tirmidzi no. 257, dari Abdullah bin Mas'ud; at-Tirmidzi menilainya hasan
Apabila mengangkat kepala (dari rukuk), beliau berdiri lurus sampai setiap ruas tulang punggung kembali ke tempatnya. Kebanyakan ulama memahami tangan dibiarkan lurus di samping saat i'tidal.
Orang-orang diperintahkan agar meletakkan tangan kanan di atas lengan bawah kiri dalam salat. Sebagian ulama memahaminya berlaku juga saat i'tidal; Imam Ahmad membolehkan memilih.
Apabila beliau berada di rakaat ganjil salatnya, beliau tidak bangkit sampai duduk dengan tegak lebih dulu. Dalam riwayat al-Bukhari no. 824: duduk, bertumpu pada tanah, lalu berdiri.
HR. al-Bukhari no. 823, dari Malik bin al-Huwairits
Dan apabila bangkit, beliau mengangkat kedua tangannya sebelum kedua lututnya. Mazhab Hanafi dan Maliki tidak menganjurkan duduk istirahat kecuali bila perlu, misalnya karena usia.
HR. Abu Dawud no. 838, dari Wail bin Hujr
Tangan dan kaki kanan berwarna jingga, juga hidung supaya arah wajah terlihat saat salam. Panah di sajadah menunjuk arah kiblat.
1 dari 18Berdiri menghadap kiblat
Peragaan sedang diam karena setelan Kurangi Gerak (atau Animasi) di perangkatmu.
Kenapa harus tenang?
Rasulullah ﷺ pernah melihat seseorang salat terburu-buru, lalu menyuruhnya mengulang sampai tiga kali. Saat orang itu minta diajari, beliau menjelaskan: bertakbir, membaca yang mudah dari Al-Qur'an, lalu rukuk, i'tidal, sujud, dan duduk, masing-masing sampai tenang (tuma'ninah) (HR. al-Bukhari no. 757).
Kaidahnya, kalau dalilnya cuma satu, caranya cuma satu. Kalau dalilnya beragam, semuanya boleh: pilih yang paling mudah buatmu, dan hormati teman yang memilih cara lain.
Sebelum mulai
Wudu dengan sempurna, lalu menghadap kiblat.
Niat cukup di dalam hati, hadir bersamaan dengan takbir. Ucapkan dalam hati salat apa yang mau kamu kerjakan, misalnya Maghrib tiga rakaat.
Apabila bertakbir, beliau mengangkat kedua tangan sampai sejajar dengan kedua telinganya.
HR. Muslim no. 391, dari Malik bin al-Huwairits
حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا فُرُوعَ أُذُنَيْهِ
…sampai beliau menyejajarkan keduanya dengan ujung atas kedua telinganya.
HR. Muslim no. 391, riwayat Qatadah dari Malik bin al-Huwairits
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ فِي الصَّلاَةِ رَفَعَ يَدَيْهِ مَدًّا
Apabila memulai salat, Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya lurus terbuka.
HR. Abu Dawud no. 753, dari Abu Hurairah
Makna dan hikmahnya
Allaahu akbar: Allah lebih besar dari semua urusanmu. Begitu takbir, tinggalkan dulu semua yang tidak berkaitan dengan salat.
Rasulullah ﷺ berpesan agar salat seperti salat perpisahan, seakan inilah terakhir kali kita menghadap Allah.
Ada beda pendapatTentang tinggi tangan ada dua riwayat sahih: sejajar bahu, dan sejajar telinga sampai ujung atasnya. Ulama mengamalkan keduanya; Imam asy-Syafi'i memadukannya: telapak sejajar bahu, ibu jari sejajar cuping telinga, ujung jari sejajar ujung atas telinga. Hadis tidak merinci jalurnya, apakah tangan diangkat lewat depan atau samping; yang disebut posisi akhirnya dan tangan diangkat lurus terbuka. Peragaan 3D mengangkatnya dengan wajar dari depan badan.
Allaahumma baa'id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa'adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas. Allaahummaghsil khathaayaaya bil maa'i wats tsalji wal barad
Ya Allah, jauhkan aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat. Ya Allah, bersihkan aku dari kesalahan-kesalahan sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan embun.
Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan wa maa ana minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariika lahuu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin
Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi, dengan lurus, dan aku bukan termasuk orang musyrik. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan itulah aku diperintah, dan aku termasuk orang yang berserah diri.
Teks Arab: HR. Muslim no. 771 (bagian awal)
Makna dan hikmahnya
Tangan diletakkan di dada, tempat qalbu: seperti menjaga hati supaya tidak digoyahkan rasa was-was selama salat.
Doa iftitah membuka sekat yang menghalangi doa kita, termasuk kesalahan kepada orang lain yang belum kita selesaikan. Wajjahtu adalah janji untuk menjadi muslim yang lebih baik selepas salat.
Ada beda pendapatLetak tangan bersedekap ada beberapa pendapat ulama: di dada, di atas pusar, atau di bawah pusar. Peragaan di halaman ini memakai yang di dada.
Video ini tayang di kanal YouTube aslinya. Nonton dan subscribe di sana ikut mendukung dakwahnya. Kunjungi kanalnya
Langkah 3
Al-Fatihah dan bacaan Al-Qur'an
Baca Al-Fatihah, lalu satu surah pendek.
Baca Al-Fatihah di setiap rakaat.
Di rakaat pertama dan kedua, lanjutkan dengan ayat atau surah yang paling mudah buatmu. Pemula cukup surah pendek dulu, yang penting nyambung dan nyaman.
Teks Al-Fatihah lengkap dengan latin dan terjemahnya dibuka di Qur'an Kemenag, mushaf yang sudah ditashih.
Video ini tayang di kanal YouTube aslinya. Nonton dan subscribe di sana ikut mendukung dakwahnya. Kunjungi kanalnya
Langkah 4
Rukuk
Membungkuk, tangan di lutut, punggung lurus.
Bertakbir (boleh sambil mengangkat kedua tangan seperti takbiratul ihram, lihat catatan di bawah), lalu membungkuk sampai punggung lurus rata dengan kepala. Rasulullah ﷺ rukuk begitu lurus sampai air di atas punggung beliau tidak tumpah.
Telapak tangan menggenggam lutut, jari tidak terlalu rapat dan tidak terlalu lebar. Tekan sedikit supaya punggung lurus.
Tenangkan diri dulu (tuma'ninah), baru membaca doa rukuk.
Bacaan
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ
Subhaana rabbiyal 'azhiim
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung
Teks Arab: HR. Muslim no. 772
Pilihan bacaan lain (2)
Semuanya dari Rasulullah ﷺ. Pakai yang paling mudah buatmu.
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal 'azhiimi wa bihamdih
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan memuji-Nya
Dan apabila bertakbir untuk rukuk, serta apabila mengangkat kepala dari rukuk, beliau mengangkat kedua tangannya seperti itu juga.
HR. al-Bukhari no. 735, dari Ibnu Umar
أَلاَ أُصَلِّي بِكُمْ صَلاَةَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَصَلَّى فَلَمْ يَرْفَعْ يَدَيْهِ إِلاَّ فِي أَوَّلِ مَرَّةٍ
Maukah aku salat bersama kalian seperti salat Rasulullah ﷺ? Lalu ia salat dan tidak mengangkat kedua tangannya kecuali pada takbir pertama.
HR. at-Tirmidzi no. 257, dari Abdullah bin Mas'ud; at-Tirmidzi menilainya hasan
Makna dan hikmahnya
Rukuk adalah merendahkan diri. Rumusnya: yang merendah di hadapan Allah akan diangkat, yang meninggikan diri akan direndahkan.
Rukuk dengan punggung lurus dan tenang membuat badan terasa nyaman. Itu sebabnya Rasulullah ﷺ meminta kita tenang dulu, baru membaca doa.
Ada beda pendapatMengangkat tangan saat akan rukuk dan saat bangkit dari rukuk dicontohkan dalam hadis Ibnu Umar, dan diamalkan mazhab Syafi'i dan Hanbali. Mazhab Hanafi, juga pendapat yang masyhur dalam mazhab Maliki, berpegang pada riwayat Ibnu Mas'ud yang hanya mengangkat tangan di takbir pertama. Keduanya bisa dipilih di peragaan 3D.
Video ini tayang di kanal YouTube aslinya. Nonton dan subscribe di sana ikut mendukung dakwahnya. Kunjungi kanalnya
Langkah 5
I'tidal
Bangkit sampai berdiri tegak lagi.
Bangkit dari rukuk sambil mengucapkan "Sami'allaahu liman hamidah", sampai berdiri tegak sempurna: tidak condong ke depan, ke belakang, atau ke samping.
Kaki tetap selebar bahu. Tenang dulu, baru membaca pujian.
Lafaz pujiannya ada empat yang sahih, pilih salah satu: Rabbanaa lakal hamd, Rabbanaa wa lakal hamd, Allaahumma rabbanaa lakal hamd, atau Allaahumma rabbanaa wa lakal hamd. Boleh ditambah pujian yang lebih panjang.
Bacaan
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami'allaahu liman hamidah
Allah mendengar orang yang memuji-Nya
Teks Arab: HR. Muslim no. 772
Pilihan bacaan lain (6)
Semuanya dari Rasulullah ﷺ. Pakai yang paling mudah buatmu.
Allaahumma rabbanaa lakal hamdu mil'as samaawaati wa mil'al ardhi wa mil'a maa bainahumaa wa mil'a maa syi'ta min syai'in ba'du
Ya Allah, Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit, sepenuh bumi, sepenuh apa yang ada di antara keduanya, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu
Orang-orang diperintahkan agar meletakkan tangan kanan di atas lengan bawah kiri dalam salat.
HR. al-Bukhari no. 740, dari Sahl bin Sa'd
Makna dan hikmahnya
Setelah merendah saat rukuk, kita diangkat dalam keadaan seimbang. Sami'allaahu liman hamidah: Allah pasti mendengar orang yang memuji-Nya.
Kata Rabbanaa memakai nama Allah sebagai Rabb, Yang memelihara dan memenuhi kebutuhan kita. Pujian di i'tidal sampai diperebutkan para malaikat untuk dicatat (HR. al-Bukhari no. 799).
Ada beda pendapatPosisi tangan saat i'tidal: kebanyakan ulama membiarkannya lurus di samping, berdasarkan hadis Abu Humaid. Sebagian ulama bersedekap lagi, berdasarkan perintah meletakkan tangan kanan di atas lengan kiri dalam salat; Imam Ahmad membolehkan memilih. Mengangkat tangan saat bangkit dari rukuk: lihat catatan di langkah rukuk. Semuanya bisa dipilih di peragaan 3D.
Video ini tayang di kanal YouTube aslinya. Nonton dan subscribe di sana ikut mendukung dakwahnya. Kunjungi kanalnya
Langkah 6
Sujud
Dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan jari kaki menempel di lantai.
Turun sambil bertakbir. Boleh lutut dulu, boleh tangan dulu; dua-duanya ada hadisnya. Kalau lututmu sakit, dahulukan tangan.
Tempelkan tujuh anggota sujud: dahi (hidung ikut menempel), dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung jari kedua kaki (HR. al-Bukhari no. 812).
Telapak tangan sejajar bahu atau telinga, seperti saat takbir, jari-jari dirapatkan menghadap kiblat. Siku terangkat dan agak terbuka, tidak menempel ke lantai atau ke badan; lengan bawah jangan dihamparkan. Ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan.
Kedua telapak kaki ditegakkan, ujung jari kaki ditekuk menghadap kiblat. Tumit dirapatkan, atau direnggangkan sekitar sejengkal menurut mazhab Syafi'i (lihat catatan di bawah). Kokohkan dulu sujudmu, baru berdoa. Sujud adalah saat paling dekat dengan Allah, jadi perbanyak doa.
Bacaan
سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى
Subhaana rabbiyal a'laa
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi
Teks Arab: HR. Muslim no. 772
Pilihan bacaan lain (2)
Semuanya dari Rasulullah ﷺ. Pakai yang paling mudah buatmu.
سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan dengan memuji-Nya
Apabila sujud, beliau meletakkan kedua tangannya tanpa menghamparkan lengan dan tanpa menggenggam, dan menghadapkan ujung jari kedua kakinya ke kiblat.
Tanganku menyentuh bagian dalam kedua telapak kaki beliau saat beliau (sujud) di masjid, dan keduanya ditegakkan.
HR. Muslim no. 486, dari Aisyah
Makna dan hikmahnya
Sujud adalah keadaan paling dekat antara hamba dan Allah, waktu terbaik untuk memperbanyak doa.
Merendahkan kepala sampai ke lantai adalah puncak syukur. Kokohkan dulu sujudmu sampai tenang, baru berdoa.
Ada beda pendapatTentang kedua telapak kaki saat sujud ada dua pendapat. Pertama, dirapatkan, berdasarkan riwayat Aisyah di atas; dalam riwayat Ibnu Khuzaimah (no. 654) disebutkan beliau merapatkan kedua tumitnya. Kedua, direnggangkan sekitar sejengkal menurut mazhab Syafi'i, dianalogikan dengan merenggangkan paha (HR. Abu Dawud no. 735, sanadnya dinilai lemah). Yang diperintahkan dalam hadis tujuh anggota sujud adalah ujung jari kedua kaki menempel di lantai (HR. al-Bukhari no. 812). Keduanya bisa dipilih di peragaan 3D.
Video ini tayang di kanal YouTube aslinya. Nonton dan subscribe di sana ikut mendukung dakwahnya. Kunjungi kanalnya
Langkah 7
Duduk di antara dua sujud
Duduk sebentar di atas kaki kiri, lalu sujud sekali lagi.
Bangkit dari sujud sambil bertakbir. Lipat kaki kiri lalu duduki, tegakkan kaki kanan dengan jari menghadap kiblat (iftirasy).
Badan tegak, pandangan ke tempat sujud. Kedua telapak diletakkan santai di paha dekat lutut, jari lurus menghadap kiblat. Di sini belum ada isyarat telunjuk.
Setelah tenang, baca doanya, lalu sujud sekali lagi seperti sujud pertama.
Permohonannya minimal enam dan paling banyak delapan; dua yang terakhir (wa 'aafinii, wa'fu 'annii) boleh tidak dibaca.
Beliau membentangkan kaki kiri (lalu duduk di atasnya) dan menegakkan kaki kanan.
HR. Muslim no. 498, dari Aisyah
Makna dan hikmahnya
Bangkit dari sujud, kita memohon paket lengkap kebaikan hidup: ampunan, kasih sayang, dijaga dari hal yang memalukan, diangkat derajat, rezeki, petunjuk, kesehatan, dan maaf.
Rahmat (warhamnii) bermakna jalan keluar dari berbagai persoalan hidup. Allah memberi ketenangan dulu sebelum memberi solusi.
Video ini tayang di kanal YouTube aslinya. Nonton dan subscribe di sana ikut mendukung dakwahnya. Kunjungi kanalnya
Langkah 8
Tasyahud
Duduk di rakaat kedua dan terakhir, baca tasyahud, telunjuk kanan diangkat.
Di rakaat kedua, setelah sujud kedua, duduk lagi seperti duduk di antara dua sujud. Tenang dulu, baru membaca tasyahud.
Bedanya dengan duduk di antara dua sujud ada di tangan: tangan kanan kini menggenggam dan telunjuknya berisyarat, tidak lagi terbuka. Bentuk genggaman ada beberapa riwayat: ibu jari bertemu jari tengah membentuk lingkaran, menggenggam seperti bilangan lima puluh tiga, atau menggenggam semua jari kecuali telunjuk. Tangan kiri di atas paha kiri, atau menggenggam lutut kiri.
Tasyahud awal (salat tiga atau empat rakaat) duduknya iftirasy, sama seperti duduk di antara dua sujud. Setelahnya bangkit sambil bertakbir ke rakaat berikutnya.
Tasyahud akhir duduknya tawarruk: kaki kiri dikeluarkan ke bawah betis kanan, kaki kanan tetap tegak, dan duduk di atas pantat. Ada juga riwayat kaki kiri diletakkan di antara paha dan betis kanan dengan telapak kanan direbahkan.
Di tasyahud akhir, lanjutkan dengan shalawat kepada Rasulullah ﷺ, lalu doa memohon perlindungan sebelum salam.
At-tahiyyaatu lillaahi wash shalawaatu wath thayyibaat. As-salaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh. As-salaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhuu wa rasuuluh
Segala penghormatan, pengagungan, dan kebaikan hanya milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah kepadamu wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
At-tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatu lillaah. As-salaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh. As-salaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah
Segala penghormatan, keberkahan, salawat, dan kebaikan milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah kepadamu wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi Muhammad adalah utusan Allah.
Teks Arab: HR. Muslim no. 403 (riwayat Ibnu Abbas)
Allaahumma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa shallaita 'alaa Ibraahiima wa 'alaa aali Ibraahiim, innaka hamiidun majiid. Allaahumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa baarakta 'alaa Ibraahiima wa 'alaa aali Ibraahiim, innaka hamiidun majiid
Ya Allah, limpahkan salawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan salawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia. Ya Allah, limpahkan berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia.
Allaahumma innii a'uudzu bika min 'adzaabi jahannam, wa min 'adzaabil qabri, wa min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min syarri fitnatil masiihid dajjaal
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Al-Masih Dajjal
Teks Arab: HR. Muslim no. 588 (Rasulullah ﷺ menyuruh membacanya setelah tasyahud)
Tangan kanan di atas lutut kanan, menggenggam seperti bilangan lima puluh tiga, berisyarat dengan telunjuk.
HR. Muslim no. 580, dari Ibnu Umar
Makna dan hikmahnya
Telunjuk yang diangkat adalah penegasan bahwa tiada Tuhan selain Allah.
Pengingat: tangan yang setiap hari dipakai bertahiyat semestinya tidak dipakai untuk bermaksiat, termasuk untuk menulis status yang menyakiti orang lain.
Ada beda pendapatBacaan tasyahud dari Rasulullah ﷺ ada lima riwayat yang mirip; pilih salah satu. Pada salat dua rakaat seperti Subuh, sebagian ulama duduk tawarruk di tasyahud akhir (mazhab Syafi'i), sebagian lagi duduk iftirasy karena hanya ada satu tasyahud (mazhab Hanbali). Soal telunjuk, ada tiga pendapat imam tentang kapan diangkat: sejak awal tasyahud sampai salam (Imam Malik), saat syahadat lalu diturunkan (Imam Abu Hanifah), atau saat syahadat sampai akhir (Imam Ahmad). Ulama juga berbeda soal digerak-gerakkan atau tidak. Mengangkat tanpa menggerakkan maupun sambil menggerakkan sama-sama sah. Ulama hadis menilai yang tanpa digerakkan lebih kuat, tapi jangan sampai saling mencela.
Langkah 9
Salam
Menoleh ke kanan lalu ke kiri sambil mengucapkan salam.
Menoleh ke kanan sambil mengucapkan salam, lalu ke kiri, sampai pipi terlihat dari belakang.
Salat selesai. Lanjutkan dengan zikir supaya hati makin terhubung dengan Allah.
Bacaan
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
As-salaamu 'alaikum wa rahmatullaah
Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah atas kalian
Teks Arab: HR. Abu Dawud no. 996
Makna dan hikmahnya
Salat ditutup dengan salam: membawa kedamaian ke kanan dan kiri, lalu ke kehidupan sehari-hari. Orang yang salatnya berhasil tetap ingat Allah setelah salat, tenang saat berjalan, dan membalas celaan dengan kata-kata yang menenangkan.
Salat dan kesehatan badan serta jiwa
Salat adalah ibadah, bukan resep kesehatan. Tapi salat yang dijalani dengan benar membawa dampak baik bagi badan dan jiwa. Ini beberapa poinnya:
Salat adalah zikir yang menenangkan hatiSalat adalah bentuk khusus dari zikir. Hati yang tersambung dengan Allah menjadi tenang dan tenteram (ar-Ra'd: 28). Ketenangan ini penting untuk kesehatan, karena jiwa memimpin badan.
Mengelola stres, menjaga daya tahan tubuhStres yang tidak terkelola memicu ketidakseimbangan hormon dan enzim, lalu muncul keluhan seperti asam lambung, gangguan jantung, dan turunnya daya tahan tubuh. Salat yang khusyuk membantu menata pikiran dan perasaan.
Tempat curhat kepada AllahDi dalam salat kita boleh membawa masalah dan memohon pertolongan (al-Baqarah: 45). Orang yang terbiasa curhat kepada Allah lebih jarang gelisah dan khawatir berlebihan.
Tenang, tidak tergesa-gesaKhusyuk butuh sabar: tidak terburu-buru dan tahan uji. Selaras dengan tuma'ninah di setiap gerakan. Khusyuk juga tidak berarti pikiran sama sekali tak boleh ke mana-mana; selama semuanya dikembalikan kepada Allah, itu tetap khusyuk.
Bagian dari hidup yang seimbangAllah menciptakan tubuh dalam keseimbangan (al-Infithar: 7), yang dalam kedokteran dikenal sebagai homeostasis. Hidup sehat ala Al-Qur'an menjaga keseimbangan pola makan, pola aktivitas mengikuti siang dan malam (Yunus: 67), dan pola pikir yang tenang.
Video ini tayang di kanal YouTube aslinya. Nonton dan subscribe di sana ikut mendukung dakwahnya. Kunjungi kanalnya
Cara tiap gerakan disusun dari hadis yang disebut di tiap langkah, dan teks Arabnya disalin dari kitab hadis itu. Video kajian lengkapnya ditautkan di tiap gerakan.
Bermanfaat? Bagikan, yuk
Kirim ke teman atau keluarga yang sedang belajar. Gratis, dan bisa dibuka tanpa akun.