Lewati ke isi

Panduan tayamum

Panduan tayamum untuk pemula

Lagi sakit atau nggak ketemu air? Allah kasih keringanan: bersuci dengan debu yang suci.

Lihat gerakannya dulu

Tekan Putar, atau maju satu per satu. Bagian yang sedang diusap disorot kuning.

1 dari 7Niat di hati

Tayamum adalah bersuci dengan tanah atau debu yang suci sebagai pengganti wudu, juga pengganti mandi wajib. Ini keringanan dari Allah supaya salat tetap bisa dikerjakan.

Caranya singkat. Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada Ammar bin Yasir: sekali tepuk, lalu usap wajah dan kedua telapak tangan. Mazhab Syafi'i, yang banyak diikuti di Indonesia, memakai dua tepukan: untuk wajah, lalu untuk kedua tangan sampai siku. Keduanya diperagakan di bawah.

Kapan boleh tayamum?

Saat sakit sehingga tidak bisa atau tidak boleh terkena air, atau saat tidak menemukan air, misalnya dalam perjalanan.

Keadaan ini disebut dalam al-Ma'idah ayat 6 dan an-Nisa' ayat 43. Buka ayatnya di Qur'an Kemenag:

Baca al-Ma'idah: 6Baca an-Nisa': 43

Yang perlu diingat

Mana yang wajib, mana yang sunah?

Tayamum hanya boleh saat sakit atau tidak menemukan air, dan batal begitu air sudah ada.

Urutan singkat

  1. Niat: Niatkan di hati: kamu bertayamum supaya bisa salat.
  2. Menepuk debu yang suci: Tepukkan kedua telapak tangan ke tanah atau debu yang suci.
  3. Meniup telapak tangan: Tiup tipis telapak tanganmu, atau kibaskan.
  4. Mengusap wajah: Usapkan kedua telapak tangan ke seluruh wajah dalam satu usapan.
  5. Mengusap kedua tangan: Usap tangan kanan, lalu tangan kiri: sampai siku menurut mazhab Syafi'i, atau sampai pergelangan menurut hadis Ammar.
  6. Doa sesudah tayamum: Selesai tayamum, baca doa yang sama dengan doa sesudah wudu.

Langkah 1

Niat

Pembuka

Niatkan di hati: kamu bertayamum supaya bisa salat.

Bacaan

Lafaz niat tayamum

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitut tayammuma listibaahatish shalaati fardhan lillaahi ta'aalaa

Aku berniat tayamum agar diperbolehkan salat, fardu karena Allah Ta'ala

Teks Arab: lafaz yang lazim diajarkan dalam fikih mazhab Syafi'i, bukan lafaz dari hadis

Ada beda pendapatNiat tempatnya di hati, dan itu yang wajib. Mazhab Syafi'i menganjurkan melafalkannya pelan untuk membantu hati. Sebagian ulama, seperti Ibnu Taimiyah, berpendapat tidak perlu dilafalkan karena tidak ada contoh lafaznya dari Nabi ﷺ.

Dalilnya

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya, dan setiap orang mendapatkan sesuai yang ia niatkan.

HR. al-Bukhari no. 1, dari Umar bin al-Khaththab

Langkah 2

Menepuk debu yang suci

Wajib

Tepukkan kedua telapak tangan ke tanah atau debu yang suci.

Dalilnya

Disebut langsung dalam al-Ma'idah ayat 6 dan an-Nisa' ayat 43.

Baca di Qur'an Kemenag: al-Ma'idah ayat 6Baca di Qur'an Kemenag: an-Nisa' ayat 43

إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَضْرِبَ بِيَدَيْكَ الأَرْضَ ثُمَّ تَنْفُخَ ثُمَّ تَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَكَ وَكَفَّيْكَ

Sebenarnya cukup bagimu menepukkan kedua tanganmu ke tanah, lalu meniupnya, kemudian mengusapkan keduanya ke wajah dan kedua telapak tanganmu.

HR. Muslim no. 368, sabda Rasulullah ﷺ kepada Ammar bin Yasir

فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم حَتَّى أَقْبَلَ عَلَى الْجِدَارِ، فَمَسَحَ بِوَجْهِهِ وَيَدَيْهِ، ثُمَّ رَدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ

Nabi ﷺ tidak menjawab salam orang itu sampai beliau menghadap ke dinding, lalu mengusap wajah dan kedua tangannya, kemudian menjawab salamnya.

HR. al-Bukhari no. 337, dari Abu Juhaim

Langkah 3

Meniup telapak tangan

Sunah

Tiup tipis telapak tanganmu, atau kibaskan.

Dalilnya

فَضَرَبَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِكَفَّيْهِ الأَرْضَ، وَنَفَخَ فِيهِمَا ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ وَكَفَّيْهِ

Lalu Nabi ﷺ menepukkan kedua telapak tangannya ke tanah dan meniup keduanya, kemudian mengusapkannya ke wajah dan kedua telapak tangannya.

HR. al-Bukhari no. 338, dari Ammar bin Yasir

Langkah 4

Mengusap wajah

Wajib

Usapkan kedua telapak tangan ke seluruh wajah dalam satu usapan.

Dalilnya

Disebut langsung dalam al-Ma'idah ayat 6 dan an-Nisa' ayat 43.

Baca di Qur'an Kemenag: al-Ma'idah ayat 6Baca di Qur'an Kemenag: an-Nisa' ayat 43

Langkah 5

Mengusap kedua tangan

Wajib

Usap tangan kanan, lalu tangan kiri: sampai siku menurut mazhab Syafi'i, atau sampai pergelangan menurut hadis Ammar.

Dalilnya

Disebut langsung dalam al-Ma'idah ayat 6 dan an-Nisa' ayat 43.

Baca di Qur'an Kemenag: al-Ma'idah ayat 6Baca di Qur'an Kemenag: an-Nisa' ayat 43

فَضَرَبَ بِكَفِّهِ ضَرْبَةً عَلَى الأَرْضِ ثُمَّ نَفَضَهَا، ثُمَّ مَسَحَ بِهَا ظَهْرَ كَفِّهِ بِشِمَالِهِ، أَوْ ظَهْرَ شِمَالِهِ بِكَفِّهِ، ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ

Beliau menepukkan telapak tangannya sekali ke tanah lalu mengibaskannya, kemudian mengusap punggung telapak tangan (kanan)nya dengan tangan kiri, atau punggung tangan kiri dengan telapak tangan (kanan)nya, lalu mengusap wajahnya dengan keduanya.

HR. al-Bukhari no. 347, dari Ammar bin Yasir

Ada beda pendapatDalam hadis Ammar cukup sekali tepuk, untuk wajah dan kedua telapak tangan sampai pergelangan. Mazhab Syafi'i, yang banyak diikuti di Indonesia, mengajarkan dua kali tepuk: sekali untuk wajah, sekali untuk kedua tangan sampai siku, dengan qiyas pada wudu dan riwayat Ibnu Umar. Dalam riwayat al-Bukhari no. 347, tangan diusap lebih dulu sebelum wajah. Pilih yang diajarkan guru ngajimu, dan hormati yang berbeda.

Langkah 6

Doa sesudah tayamum

Sunah

Selesai tayamum, baca doa yang sama dengan doa sesudah wudu.

Bacaan

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Asyhadu allaa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluh

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya

Teks Arab: HR. Muslim no. 234, dari Umar bin al-Khaththab melalui Uqbah bin Amir

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Allaahummaj'alnii minat tawwaabiina waj'alnii minal mutathahhiriin

Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri

Teks Arab: HR. at-Tirmidzi no. 55, tambahan sesudah doa syahadat; dinilai sahih oleh al-Albani

Ada beda pendapatTidak ada hadis khusus tentang doa sesudah tayamum. Ulama mazhab Syafi'i, seperti an-Nawawi, menganjurkan membaca doa sesudah wudu karena tayamum menggantikannya.

Sudah tayamum? Lanjut salat

Dari takbir sampai salam, dengan peragaan 3D dan bacaan lengkap.

Buka panduan salat

Sudah ada air lagi?

Kembali berwudu seperti biasa, lengkap dengan sunah-sunahnya.

Buka panduan wudu

Rujukan

Terjemah ayat dibuka di Qur'an Kemenag. Teks Arab hadis disalin dari matan Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, dan Sunan at-Tirmidzi, lengkap dengan nomor hadisnya.

Bermanfaat? Bagikan, yuk

Kirim ke teman atau keluarga yang sedang belajar. Gratis, dan bisa dibuka tanpa akun.

Bagikan ke WhatsApp

Cari kajian di dekatmu